Monday, October 4, 2021

INDEF: Kenaikan PPN di 2022 Jadi Disinsentif Pemulihan Ekonomi

Berita Lainnya: Disebut-sebut dalam Pandora Papers, Apa Reaksi Luhut? Link: https://bit.ly/3otLCTs Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad menilai rencana pemerintah untuk menaikan PPN menjadi 11% di tahun 2022 dan 12% di tahun 2025 sebagai disinsentif di masa pemulihan ekonomi. Selain itu adanya persoalan terkait basis pajak, tingkat kepatuhan yang rendah serta gelontoran insentif di masa pandemi membuat langkah menaikkan PPN ini belum tentu berimbas pada perbaikan penerimaan pajak. Tauhid menilai penting untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dari rencana implementasi kenaikan PPN di 2021. Seperti apa ekonom melihat urgensi kenaikan PPN 2021? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad di Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 04/10/2021). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://ift.tt/2GVshoA. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://ift.tt/2H6iWK1 Instagram: https://ift.tt/2Z6Osxj https://ift.tt/3fQW2FD Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT

No comments:

Post a Comment

Grosir Kertas Bungkus Nasi

Grosir Kertas Bungkus Nasi . Beli cetak kertas nasi harga murah & grosir juli 2022 terbaru di tokopedia! Terbuat dari serat kayu alami d...