Berita Lainnya: 5 Provinsi dengan Kasus Covid Terbanyak, Jabar yang Tertinggi Link: https://bit.ly/3rvpoSQ Presiden Jokowi kembali menyoroti rendahnya serapan anggaran pemerintah daerah di penghujung tahun 2021 yang masih mengendap di perbankan hingga Rp 226 triliun. Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti menyebutkan lambatnya serapan APBD disebabkan oleh refokusing anggaran dan proses politik daerah hingga lambatnya proses administrasi dan penagihan vendor. Oleh karena itu Kemenkeu terus mendorong Pemda untuk mempercepat penyerapan anggaran sehingga realisasi. Seperti apa kondisi rendahnya serapan anggaran daerah? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti serta Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dan Sekjen Apkasi/Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Evening Up, CNBC Indonesia (Rabu, 01/12/2021) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://ift.tt/2GVshoA. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://ift.tt/2H6iWK1 Instagram: https://ift.tt/2Z6Osxj https://ift.tt/3fQW2FD Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT
No comments:
Post a Comment